Kamis, 28 April 2016

Taruna Tani Sarangan bermula dari para emuda dan pemudi desa yang selama ini melakukan kegiatan bertani oleh keluarga-keluarga  mereka secara turun temurun. Para pemuda taruna tani di desa Sarangan membentuk kelompoknya di lingkungannya masing-masing. Dengan adanya kelompok Taruna tani tersebut mempunyai dampak positif terhadap tradisi pertanian di lingkungannya. Dengan perhatian dari bapak-bapak petugas Penyuluh Pertanian di desa kami, para Taruna Tani dapat mengembangkan ide-ide yg inovatif.
Hal inilah yang akan menjadi pijakan awal kemajuan para petani. Hal ini dapat dimaklumi karena selama ini bidang profesi "petani" adalah profesi yg sangat tidak diminati oleh kalangan pemuda. Bidang pertanian yang di terapkan di lingkungan desa kecenderungan tidak Inovatif, monoton dan tidak berteknologi. Oleh sebab itu pertanian akan semakin di tinggalkan oleh kalangan pemuda pemudinya. Karena pada umumnya  para pemuda  mempunyai harapan
pemuda yg saat ini di tuntut untuk inovatif, tidak 'gaptek'' dan berkeinginan melakukan sesuatu yg dinamik. Mungkin slogan pemuda seperti lagunya SID dari pulau Dewata itu.... Kami yg muda...beda,,dan,,berbahaya........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar